thif-live.com

Djauw Coffee: Nikmat! Kopi Timur Tengah hingga Donat Ubi Ungu di Pecinan

Djauw Coffee
img-alt

Diah Afrilian

4
“Menu klasik yang unik di tengah pecinan. Bisa jadi alternatif tempat melipir saat datang ke Glodok.” - dfl
Foto: /Diah Afrilian

Jakarta -

Ada kafe dengan konsep yang berbeda di tengah pecinan ini. Seduhan kopinya menggunakan metode ala Timur Tengah hingga camilan yang nikmat dan legit.

Pecinan identik dengan kawasan tengah kota yang banyak dihuni keturunan China. Mulai dari pernak-pernik, penjual buah-buahan, hingga kedai-kedai yang menjajakan makanan non halal bergaya China.

Tetapi di kawasan pecinan Glodok ada satu kafe yang memiliki tema berbeda dengan suasana di lingkungan sekitarnya. Walaupun berada di tengah pecinan, menggunakan nama yang identik dengan China tetapi sajian kopinya justru unik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika memasuki bagian depan kafenya saja kami sudah disambut dengan kuali berisi pasir panas untuk menyeduh kopi andalan mereka. Ditambah dengan camilan dan makanan pendamping yang nikmat legit, tempat ini hadir dengan ciamik di tengah gang sempit.

Detail Informasi
Nama Tempat MakanDjauw Coffee
AlamatJalan Kemenagan Raya No.58B, Glodok, Jakarta Barat
No Telp0813-1160-4958
Jam OperasionalSetiap hari, 07.00 - 18.00 WIB
Estimasi HargaRp 16.000 - Rp 30.000
Tipe KulinerTradisional, Klasik
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa pulang
  • Toilet bersih
Djauw CoffeeDi dalam kafe bernuansan China ini ada kopi ala Timur Tengah dan berbagai hidangan tradisional Indonesia. Foto: /Diah Afrilian

Perpaduan Budaya Dalam Satu Kafe

Memiliki konsep yang berbeda dengan suasana dan toko di sekitarnya, Djauw Coffee tampil menarik di Glodok. Jika biasanya Glodok identik dengan berbagai panganan dan sentuhan China, Djauw Coffee menggabungkan banyak budaya dalam satu tempat.

ADVERTISEMENT

Ketika mendatangi kafe ini, kami tak heran saat melihat berbagai ornamen berwarna merah bekas perayaan Imlek. Tetapi ada pemandangan yang istimewa saat melihat kuali berisi pasar panas yang dekat dengan pintu masuk.

Ternyata salah satu menu khas di Djauw Coffee ini justru sajian kopi pasir ala Turki atau Timur Tengah. Hebatnya, hanya dengan menggunakan metode penyeduhan kopi ala Turki ini tetapi Djauw coffee punya banyak racikan kopi yang segar dan nikmat.

Sementara setiap sudut kafenya benar-benar mempertahankan ruko ala pecinan yang konon sempat kosong hingga tahun 2021. Sampai akhirnya ruko ini kembali diberi 'nyawa' oleh kafe bernama Djauw Coffee.

Roti Kukus dan Tape Gabin Klasik

Djauw CoffeeRoti serai srikayanya disajikan dengan bahan roti jadul dan selai homemade. Foto: /Diah Afrilian

Menu yang disajikan didominasi oleh camilan dan racikan minuman tradisional. Jika membaca menunya, para pelanggan pasti akan familiar dengan seluruh menu yang disajikan di sini.

Pekerja di bagian kasir merekomendasikan kami menu camilan yang paling banyak dipesan oleh pelanggan. Yaitu roti kukus dengan selai srikaya dan tape gabin. Ia menyebut semuanya masih diproduksi secara homemade dan menggunakan resep klasik.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya makanan pesanan kami datang juga. Roti kukusnya begitu menarik perhatian. Aromanya semerbak harum roti dan pandan.

Roti jadul berwarna hijau yang datang dari esens pandan seolah mengingatkan pada menu sarapan yang disajikan nenek saat pagi hari. Isian selai srikayanya memiliki rasa manis legit yang sederhana. Terbukti hidangan seharga Rp 22.000 ini memang dibuat sendiri.

Untuk tape gabinnya Djauw Coffee membanderol deharga Rp 24.000 dengan isian 3 buah. Ukurannya besar dengan isian tape di bagian tengahnya yang tebal. Rasanya benar-benar seperti gabin klasik yang hanya dijual oleh penjaja makanan jadul.

Ada kopi pasir hingga donat ubi ungu di halaman berikutnya.



Simak Video "Maicha Cafe, Hadirkan Cita Rasa Matcha Premium Asli dari Jepang"
[Gambas:Video 20detik]

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat